Diskusi Santai Tentang Smart City Kota Serang

Photo of author
Written By Irwin Andriyanto

Seorang yang mengaku blogger padahal isi blognya placement semua.

Menurut Pratama (2014), Smart city (kota cerdas) merupakan suatu konsep pengembangan dari penerapan suatu konsep dan implementasi teknologi yang diterapkan untuk suatu wilayah, khususnya perkotaan sebagai sebuah interaksi yang kompleks diantara berbagai sistem yang ada didalamnya.

Kalau membahas tentang “Smart City alias Kota Cerdas” tidak jauh-jauh dari yang namanya perkembangan sebuah kota. Sebagai negara yang sedang berkembang pesat, kota-kota di Indonesia ikut andil peran dari menerapkan konsep kota cerdas, seakan tak mau hilang darimu kalah dengan negara-negara lain. Sebut saja kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar sudah menerapkan konsep ini. Konsep Smart City dinilai mampu untuk mengatasi permasalahan yang ada dikota tersebut seperti pelayanan publik, kemacetan, pengelolaan sumber daya manusia dan masih banyak lagi. Dalam penerapan konsep ini, pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memegang peranan yang cukup vital karena sebuah smart city indonesia selalu mengedepankan tatanan kota yang mempermudahkan setiap aktifitas warganya.

Saya punya sedikit cerita tentang keingginan membangun konsep kota cerdas di Kota Serang, Banten dengan mengandalkan kemajuan TIK yang ada dan sumber daya manusia yang dimiliki. Cerita ini dimulai ketika saya dalam masa-masa bimbingan tugas akhir kuliah atau yang biasa disebut skripsweet *sengaja saya rubah agar tak terkesan horror*.

Selepas selesai bimbingan, saya bertemu dan ngobrol-ngobrol handsome dengan Dekan Fakultas tempat saya menimba ilmu mengenai Teknologi Informasi,

“Assalammuallaikum Win, gimana kabarnya?” Tanya beliau

“Wa’alaikumsalam pak, alhamdulillah sehat pak”

“Sudah sampai BAB berapa skripsinya? Bisa keruangan saya sebentar?” Seraya mengajak ke ruangannya.

“Bisa pak, yah baru BAB 2 pak, masih revisi terus di kerangka berfikir pak” jawabku tanpa menaruh rasa curiga.

“Wah hebat kamu, lebih cepat dari yang lain. Padahal yang lain masih ada yang muter-muter di proposal” sambil mempersilakan duduk.

Nahhh, mulai disitulah saya merasakan akan ada sesi mata kuliah tambahan diluar SKS mahasiswa semester 8. Oh iya, sampai lupa memperkenalkan Dosen sekaligus Dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Serang Raya (UNSERA). Beliau adalah Dr. Iksal, M.T, namun kami biasa memanggil beliau dengan panggilan sederhana yaitu pak Iksal. Terlepas dari gelar S3 yang beliau peroleh di kampus ITB Bandung, Pak Iksal adalah tipe orang yang bersahaja dan mudah dekat dengan mahasiswa seperti saya ini.

“Jadi gini win, langsung to the point saja yah. Hari minggu kemarin, saya study banding ke Bandung Command Center (BCC) di Balai Kota Bandung. Dan sepertinya Bandung sedang gencar-gencarnya membangun kota dengan Smart City, saya jadi punya keingginan juga menjadikan kota Serang salah satu Smart City di Indonesia. Coba kamu liat tiap ibukota provinsi di Indonesia, sudah banyak kota yang menerapkan konsep itu seperti Bandung, Surabaya, Jakarta, Makassar. Nah, Serang kapan win?” Ujar beliau.

Bandung Comand center, bandung smart city

“Duh,, kapan yah pak? saya mah boro-boro mikir kesitu pak, mikirin skripsi aja sudah pusing.” Jawab saya dengan sedikit perasaan bersalah karena jawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi. Kebayang kali, lagi asik-asik nyimak penjelasan ada pertanyaan kejutan ini namanya Awkward Moment.

“Hahaha *beliau tertawa lepas* nikmati saja prosesnya win, biar bisa dijadikan bahan cerita ke anak cucu kamu nanti. Sebenarnya saya ngajak kamu ngobrol disini mau minta bantuan kamu loh win.” Pembicaraan mulai serius.

“Bantuan apa pak? Selama saya bisa bantu, saya siap pak” jawaban pencitraan seorang mahasiswa yang mengharap nilai bagus pada dosennya dan sedang mencoba menetralisir kesalahan sebelumnya.

“Kamu kan tahu beberapa teman kamu masih tertinggal, ada yang masih proposal skripsi bahkan masih ada yang bingung cari judul. Bisa ga kita arahkan mereka untuk membuat sebuah sistem yang mengarah ke konsep Smart City?”

Sejujurnya saya mendukung sekali gagasan beliau, mengingat kualitas dari tugas akhir sekarang hanya berlandaskan “yang penting jadi” atau “yang penting lulus“. Kalau dilihat-lihat dari hasil skripsweet di perpustakaan kampus UNSERA, judul-judulnya memang tidak berbeda jauh dan saya cukup yakin sepertinya memang tidak ada pengembangan lebih lanjut setelah skripsi itu selesai.

“Baik pak, saya coba diskusikan dengan teman-teman dulu. Tapi kalo boleh tahu nanti mereka akan diarahkan seperti apa yah pak? Mohon dijelaskan lebih detailnya pak, biar saya enak jelasin ke mereka, pak”

“Jadi gini win, mereka nanti akan diarahkan pada perancangan sistem terpadu yang fungsinya mengelola data-data yang ada di Serang. Dan nantinya teman-teman kamu akan membuat sebuah sistem yang saling berintegrasi satu sama lainnya. Dari mulai level pemeritah sampai level masyrakat.” Ujar beliau

*Saya hanya mengangguk-anggukan kepala yang artinya mengerti*

Lanjut pak Iksal “Nah kita liat Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota lain. Mereka sudah bisa memanfaatkan Teknologi Informasi yang mereka miliki semaksimal mungkin, sistem-sistem yang mereka miliki sudah saling terintegrasi satu dengan yang lain. Saya ambil contoh satu aplikasi namanya aplikasi “QLUE” yang dimiliki oleh Jakarta, aplikasi Qlue yang berbasis android ini digunakan untuk menerima pengaduan langsung dari masyarakat baik masalah macet, banjir, sosial bahkan sampai ke pelaporan pelayanan publik. Masyarakat tidak perlu cape-cape ke balai kota untuk lapor, cukup download dan install aplikasinya langsung bisa lapor, coba kamu hitung nilai efesiensinya?”

*Saya hanya mengangguk-anggukan kepala kembali sambil mencerna kuliah tambahan dari Sang Dekan*

“Kalo yang saya lihat, sebenarnya Serang masih perlu banyak perbaikan dari mulai birokrasi pemerintahannya, kesadaran akan pendidikan sampai infrastruktur penunjang lainnya. Pertama-tama kita fokuskan pada perancangan sistem E-Government. Gimana menurut kamu win?”

Bagi yang belum tahu apa itu E-Government, saya akan coba jelaskan. Menurut laman Wikipedia, E-Government atau yang biasa disingkat E-Gov adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi masyarakat, urusan pengelolaan tata ruang dan masih banyak lagi hal yang berkenaan dengan pemerintahan. Dengan adanya penerapan E-Government diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, kenyamanan dan aksesibilitas yang lebih dari sebelumnya.

“Saya setuju pak, apa lagi bapak tahu sendiri bagaimana birokrasinya saat ini seperti pingpong dilempar kesana kemari. Tapi untuk bikin E-Government yang saling terintegrasi itu cukup sulit pak, apa lagi waktunya sudah mepet.”

E Government Serang smart city,

“Tenang aja win, minggu lalu juga pihak UNSERA sudah bekerjasama dengan Kampus ITB. Jadi mereka siap bantu project ini.” Ungkap Pak Iksal

“Sebelumnya maaf nih pak, saya boleh sedikit saran tidak nih pak?”

“Silahkan,, saya amat sangat menghargai sebuah saran, apa lagi kalo saran itu mendukung kita untuk berkembang lebih baik lagi.”

“Kalo bisa yah pak, untuk mahasiswa semester 6 dan semester 4 diikutsertakan juga pak. Karena menurut saya, untuk semester 6, mahasiswa sudah harus tahu apa yang akan mereka kerjakan di tugas akhir mereka dan yang semester 4 minimal sudah punya bayangan nanti tugas akhirnya seperti apa. Jadinya kan ga akan ada lagi mahasiswa semester akhir yang masih cari judul apa lagi bingung mau bikin apa.”

“Saran yang brilliant, nanti saya diskusikan kembali dengan yang berwenang memutuskannya.”

“Kan kata bapak sendiri, namanya sebuah sistem itu harus berkembang secara berkelanjutan. Mungkin tahun ini masih berbasis desktop tapi jika dikembangkan tahun berikutnya bisa saja menjadi berbasis WEB ataupun Android syukur-syukur sudah support IOS.”

System Development Life Cycle, smart city kota serang

Tak terasa waktu menunjukan pukul 4 sore Waktu Bagian Kota Serang (WBKS). Entah kenapa waktu begitu cepat berlalu, saat kita sedang nyaman dengan sebuah keadaan.

“Pak, mohon maaf nih pak, saya pamit pulang dulu ada acara dirumah nanti malam pak.” Ujar ku dengan nada rendah.

“Oh iya tidak papa, maaf yah sudah ganggu waktunya win.” sambil berjabat tangan.

“Ga papa ko pak, saya yang harusnya berterima kasih bisa sharing dan dikasih kuliah tambahan sama bapak.”

“Jangan lupa yah bicarakan ke teman-temanmu, ini menyangkut akreditasi fakultas juga loh win.”

“Baik pak, nanti saya coba diskusikan, Assalammuallaikum.” mendengar kata menyangkut akreditasi kampus kenapa dada ini berdekup kencang, apakah ini yang namanya C I N T A.

“Wa’alaikumsalam” jawab pak Iksal dengan sederhana.

Dari diskusi saya dengan pak Iksal, saya dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memiliki peranan penting dalam terbangunnya sebuah kota cerdas. Dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi secara maksimal disetiap lini kota, maka seluruh informasi akan dapat diakses dengan mudah, penataan kota lebih teratur dan pelayanan publik terkait birokrasi pun akan lebih instan dan transparan.

Jika sudah seperti itu, masyarakat pasti akan merasa senang, bangga dan nyaman bermukim di kota tersebut serta yang paling penting investor akan banyak berdatangan untuk berinvetasi alhasil lapangan kerja pun luas sehingga angka pengangguran turun. Kalo angka pengangguran turun, secara otomatis kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat. Karena tujuan dari konsep “Smart City” adalah membentuk suatu kota yang aman, nyaman dan memperkuat daya saing dalam segi ekonomi.

Harapan saya melalui postingan ini, semoga PemProv Banten dapat membaca cerita ini dan mengetahui kami para akademisi siap membantu Ibukota Provinsi Banten menjadi Kota Cerdas yang setara dengan Ibukota Provinsi lainnya. Dan semoga dengan konsep Kota Cerdas / Smart City ini bisa menyelesaikan berbagai masalah yang ada di kota Serang, baik ditingkat pemerintahan sampai ditingkat masyarakat.

Tulisan ini diikut sertakan dalam Blog Writing Competition PT. GAMATECHNO Indonesia selaku perusahaan pelopor smart city Indonesia

Sumber Pustaka :

Pratama, I Putu Agus Eka. 2014. “Smart City Beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya“. Informatika : Bandung.

Wikipedia, “Pemerintahan Elektronik“, Ensiklopedia Bebas, https://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintahan_elektronik (diakses 1 Februari 2017)

Tinggalkan komentar

Irwin Andriyanto is an Intellifluence Trusted Blogger
Seedbacklink

Mau kerjasama dengan Masirwin Note's

Caranya mudah, Cukup kirim email ke email dibawah ini.

Irwin@tangerangdigital.id