Meneladani Kisah Nabi Adam

Nabi Adam adalah manusia pertama yang Allah SWT ciptakan dan diberikan mukjizat diantaranya adalah menjadi khalifah di muka bumi dan diajarkan pengetahuan yang tak diberikan pada makhluk lain. Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 31 yang artinya “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya.” adalah firman Allah mengenai mukjizat Nabi Adam.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dan diteladani dari kisah Nabi Adam. Kisah tentang Nabi Adam sudah banyak dijelaskan dalam Al Qur’an maupun hadits. Seperti membaca kisah nabi yang lainnya, apabila mau mencermati kisahnya, kita bisa memetik pelajaran berharga dan hikmah dari kisah di dalamnya.

Meskipun tinggal di Surga, Nabi Adam merasa kesepisan. Oleh karena itu Allah menciptakan Siti Hawa untuk menjadi pasangan Nabi Adam. Nabi Adam dan Siti Hawa diizinkan oleh Allah untuk menikmati apa saja yang di surga, namun ada satu buah yang dilarang oleh Allah untuk dimakan, yaitu buah khuldi.

Celah ini yang kemudian digunakan oleh iblis untuk menghasut dan menggoda Nabi Adam dan Siti Hawa. Menurut tafsir Ibn al-Katsir, pada mulanya Nabi Adam menolak bujukan dan rayuan iblis.

Namun karena rasa penasarannya dan keinginan yang kuat dari Siti Hawa, Nabi Adam akhirnya memakan buah terlarang itu. Setelah Nabi Adam dan Siti Hawa mengetahui bahwa mereka telah melakukan kesalahan, mereka pun segera bertaubat dan meminta ampun pada Allah, sebagaimana terdapat dalam Al Qur’an surat Al A’raf ayat 22-23.

Allah murka karena Nabi Adam dan Siti Hawa melanggar larangannya. Meskipun taubat dari Nabi Adam dan Siti Hawa diterima, Allah tetap menurunkan Adam dan Hawa ke bumi. Ketika diturunkan ke bumi, Nabi Adam dan Siti Hawa tidak diturunkan di satu tempat yang sama. Nabi Adam dan Siti Hawa diturunkan secara terpisah, dimana Nabi Adam diturunkan di Sri Lanka, yaitu di puncak bukit Sri Pada. Sementara itu Siti Hawa diturunkan di daerah di Arab.

Nabi Adam dan Siti Hawa telah terpisah selama 40 hari. Setelah 40 hari terpisah, Nabi Adam dan Siti Hawa dipertemukan kembali oleh Allah SWT di Jabal Rahmah. Di bumi, Nabi Adam dan Siti Hawa memulai hidup yang baru dan Nabi Adam juga berlajar bercocok tanam. Tidak hanya itu, Allah juga memberikan keturunan bagi Nabi Adam dan Hawa dimana beberapa riwayat menyebutkan bahwa anak-anak dari Nabi Adam dan Siti Hawa lahir kembar berpasang-pasangan.

Dari kisah Nabi Adam, terdapat pelajaran yang bisa kita petik sebagai keturunannya. Dari kisah Nabi Adam dari proses penciptaannya sampai diturunkan ke bumi ini, kita bisa mengambil banyak pelajaran dan hikmah sebagai berikut.

  1. Manusia adalah khalifah di muka bumi. Oleh karena itu manusia harus selalu senantiasa menjaga kelestarian alam, jangan membuat kerusakan, menghindari permusuhan, menjaga ketertiban, dan masih banyak lagi.
  2. Dari awal sejak Allah menyuruh seluruh makhluk ciptaan-Nya untuk sujud kepada Nabi Adam, hanya Iblis yang menentangnya. Iblis yang dikeluarkan dari surga akan selalu menentang perintah Allah dan akan selalu menghasut manusia. Oleh karena itu kita sebagai makhluk Allah harus menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Selain itu, kita juga harus memperbaiki akhlak dan meningkatkan ibadah kepada Allah.
  3. Dari kisah Nabi Adam, kita bisa mengambil hikmah untuk menghindari sikap sombong karena Allah SWT telah mengutuk iblis karena kesombongan dan keangkuhannya.
  4. Saat melakukan kesalahan, segeralah bertaubat sebagaimana Nabi Adam dan Siti Hawa yang memohon ampun pada Allah saat melanggar perintah Allah, yaitu memakan buah khuldi.

Tinggalkan komentar