Memaknai Arti Kemerdekaan di Era Digital

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas Nama Bangsa Indonesia.

Soekarno/Hatta
72 tahun sudah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merdeka. Di tanah yang kita pijak bersama ini, pada tanggal 17 Agustus 1945 M (17 Ramadhan 1365 H) mendeklarasikan kemerdekaannya melalui pembacaan teks proklamasi yang dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan didampingi oleh Drs. Moh. Hatta di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 yang sekarang menjadi Jalan Proklamasi. Perjuangan demi perjuangan telah mereka lewati demi sebuah kata “Kemerdekaan“. Untuk mendapatkannya bukan hal yang mudah seperti membalikan telapak tangan, perlu kerja keras, pemikiran cerdas dan pengorbanan tetesan deras darah dari para pejuang.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri.”

Ir. Soekarno, Presiden ke-1 Indonesia

Kita semua sepakat, Indonesia adalah negara yang punya banyak sekali sejarah, mulai dari sejarah kerajaan sampai dengan sejarah-sejarah di era digital. Sebuah sejarah adalah hal yang sangat penting dan modal berharga bagi generasi penerus. Dan seperti kata Bung Karno, sebagai bangsa yang besar jangan pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri. Dengan mempelajari sejarah kita tahu banyak, bagaimana perjuangan para pejuang Indonesia merebut kemerdekaan. Kita tahu, bagaimana perlakuan penjajah terhadap warga pribumi. Dan kita tahu, seberapa pentingkah kata “Kemerdekaan” bagi para pejuang.

Lalu sebagai generasi penerus, apakah kita sudah memahami baik makna dari kemerdekaan di era digital ini?

“Merdeka itu”

Bebas Mencari Ilmu, Tanpa Menunggu Diberitahu


Di zaman yang serba internet, kita bebas mencari ilmu melalui internet tanpa menunggu diberitahu. Segala informasi kita temukan dengan sangat mudah melalui internet mulai dari sejarah masa lampau sampai yang paling baru sekalipun sudah terekam di Internet. Mari kita sedikit bernostalgia pada sejarah Indonesia. Di masa penjajahan kolonial Belanda, hanya kaum bangsawan saja yang dapat mengenyam pendidikan dengan layak. Namun setelah kemerdekaan, seluruh bangsa Indonesia dapat pendidikan dengan baik tanpa memandang kasta darimana ia berasal.

Bisa kita bayangkan bersama, jika sampai saat ini Indonesia belum merdeka. Mungkin sekarang kita sedang sibuk bersembunyi dari kejaran penjajah atau malah sedang sibuk meruncingkan bambu. Bukan sibuk dengan otak atik depan layar komputer ataupun smartphone kesayangan kita.

“Merdeka itu”

Bebas Berteman, Tanpa Ada Lawan


Indonesia adalah negara yang memiliki banyak keanekaragaman. Terdapat banyak suku, budaya, bahasa, dan karakter yang membuat Indonesia berbeda dengan yang lain. Perbedaan itulah yang membuat kita satu layaknya untaian kata indah dilambang negara kita, “Bhinneka Tunggal Ika” meskipun berbeda-beda tetap satu jua.

Kemerdekaan yang diraih bukan karena satu orang melainkan satu bangsa yaitu bangsa Indonesia. Berkat kemerdekaan, kita bebas berkawan dengan siapa saja tanpa memandang darimana ia berasal, apa agama yang ia peluk, berasal dari golongan mana itu semua terhapus. Kebebasan inilah yang perlu kita jaga dari generasi ke generasi.

“Merdeka itu”

Bebas Berinovasi, Tanpa Takut Tereliminasi


Sudah seharusnya kita menyadari kemerdekaan bukan hal yang mudah untuk diraih apa lagi dipertahankan. Kemerdekaan pun terwujud atas inovasi-inovasi dari para pejuang Bumi Pertiwi. Salah satu inovasi penting dalam bangsa Indonesia adalah teks proklamasi. Melalui teks tersebut mengubah pandangan bangsa Indonesia. Sebuah inovasi yang menjadi pondasi inovasi-inovasi lainnya.

Di masa sekarang, peperangan bukan hanya dengan fisik melainkan perang pemikiran. Dengan alasan itulah kita sebagai warga yang cinta NKRI harus terus berinovasi agar tidak kalah dengan bangsa lain. Saya percaya bangsa Indonesia adalah bangsa yang kreatif, cerdas dan penuh inovasi. Dengan berinovasi maka kita tidak akan tereliminasi bangsa lain.

Bagi saya, Kemerdekaan itu bukan sekedar sebuah peringatan yang kita peringati setahun sekali melainkan sebuah momentum bagi setiap bangsa Indonesia untuk terus berkarya, terus berkembang dan terus berinovasi. Jangan biarkan kita dijajah kembali oleh bangsa lain.

Harapan saya di tahun-tahun selanjutnya, semoga Indonesia bisa merdeka disegala bidang, bebas dari kemiskinan, bebas dari kebodohan, bebas dari perpecahan dan bebas sebebas-bebasnya.

Itulah arti sebuah “Kemerdekaan” bagi saya pribadi, bagaimana dengan kamu? Apa makna kemerdekaan bagi kamu sendiri?

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog PalingBaru #LombaBlogPalingBaru

8 Komentar

  1. TEDY SATRIA SATRIA

    Seharusnya kalo kita benar benar mengingat jasa jasa para pahlawan tentu rasa menghargai dan menghormati akan tumbuh dan takkan terlupakan jasa mereka

    Balas
    • Irwin Andriyanto

      Bener banget,, tanpa pengorbanan mereka,,, mungkin kemerdekaan hanyalah sebuah wacana

      Balas
  2. Ublik

    Sebagai generasi mudah sudah sepantasnya kita menghormati pahlawan dan memaknai kemerdekaan dengan berkarya yang positif

    Balas
    • Irwin Andriyanto

      Bener banget, serta jangan lupa tanamkan juga ke generasi selanjutnya

      Balas
  3. Pujiaman

    Mantap gan….
    Tapi secara individu, saya belum merasakan merdeka yang sebenar2nya merdeka

    Balas
  4. Uwien Budi

    Merdeka itu, kalo bisa makan semangkuk indomi tanpa direcokin sama suami.
    *anaknya emang cetek banget!

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe To MasIrwin Blog Newsletter

Yuk gabung dalam Subscriber Masirwin Blog, Dapatkan info lomba blog terbaru dan terupdate serta artikel menarik lainnya, hanya di Masirwin Blog.

You have Successfully Subscribed!