Rukun dan Hal yang Harus Diperhatikan Saat Melakukan Sholat Jenazah

Ketika ada seorang muslim yang meninggal maka hukumnya fardhu kifayah untuk melakukan sholat jenazah, sholat jenazah ini harus di lakukan bersama- sama dan tidak bisa dilakukan sendiri. Bagi Anda yang tidak melakukan sholat jenazah ini Anda tidak akan terkena dosa. Tapi jika benar-benar tidak ada sama sekali umat muslim yang melakukannya maka semua kaum muslimin akan mendapatkan dosa.

Di dalam hadist dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW berkata  “Ketika ada seorang laki-laki meninggal dalam berutang disampaikan kepada Rasulullah,

maka beliau bertanya apakah ia meninggalkan harta untuk membayar hutangnya. Jika dikatakan ia meninggalkan hartanya untuk membayar hutang, maka beliau akan menshalatkannya. Jika tidak, maka beliau akan memerintahkan kepada kaum muslimin, ‘sholatkanlah temanmu ini’.” (HR Bukhari Muslim).

Bagi beberapa masyarakat yang belum pernah melakukan sholat jenazah ini karena mereka memang masih belum mengerti mengenai tata cara sholat jenazah. Jadi pada kesempatan kali ini mari kita bahas dulu mengenai rukun dari solat jenazah:

  • Niat
  • Berdiri bagi yang mampu
  • Empat kali takbir
  • Mengangkat tangan pada takbir pertama
  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Membaca sholawat
  • Berdoa untuk jenazah
  • Salam

Niat saat melakukan sholat jenazah ini cukup diucapkan saja di dalam hati, jadi Anda tidak perlu melafadzkannya sebelum melakukan sholat. Tapi ada juga beberapa ulama yang berpendapat jika kita ini harus melafadzkan niat dari bacaan sholat jenazah. Bagi Anda yang merasa lebih khusu saat melakukan hal terseut maka Anda tetap boleh mengucapkannya.

Hal yang wajib Anda ketahui terdapat perdaan untuk bacaan niat jenazah lelaki dan jenazah perempuan. Ini dia bacannyya:

  • Bacaan untuk jenazah lelaki

“Ushollii ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa,”

Artinya: “Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

  • Bacaan untuk jenazah perempuan

“Lafadz niat sholat untuk jenazah perempuan yakni: “Ushollii ‘alaa haadzihill mayyitati arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa,” Artinya: “Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Saat melakukan sholat jenazah juga tidak ada ketentuan mengenai waktu

Pelaksanaannya, jadi sholat jenazah ini bisa dilakukan kapan saja kecuali di 3 waktu ini:

  • Saat matahari mulai terbit dan mulai naik
  • Saat matahari ada di pertengahan langit
  • Saat matahari mulai terbenam

Hal tersebut berdasarkan oleh sebuah hadist yaitu “Ada tiga waktu, yang mana Rasulullah SAW telah melarang kita untuk shalat atau menguburkan jenazah pada waktu-waktu tersebut. (Pertama), saat matahari terbit hingga ia agak meninggi. (Kedua), saat matahari tepat berada di pertengahan langit (tengah hari tepat) hingga ia telah condong ke barat, (Ketiga), saat matahari hampir terbenam, hingga ia terbenam sama sekali.” (HR Muslim).

Hal yang lain yang wajib di perhatikan saat melakukan sholat jenazah adalah tempatnya, walaupun sholat ini bisa dilakukan dimana saja tapi Anda harus pastikan jika tempat sholatnya tetap bersih dan juga layak. Alangkah lebih baik lagi jika sholat ini di laksanakan di masjid.  Hal tersebut juga sesuai dengan hadist yang berbunyi “Bahwa ketika Sa’d bin Abu Waqash meninggal, Aisyah berkata: ‘Masukkanlah ia ke dalam masjid hingga aku bisa menshalatkannya,’. Namun mereka tidak menyetujuinya, maka ia pun berkata: ‘Demi Allah, sungguh Rasulullah SAW telah menshalatkan jenazah dua orang putra Baidla` di dalam masjid, yaitu Suhail dan saudaranya,’. Muslim berkata; ‘Suhail bin Da’d adalah Ibnul Baidla`, dan ibunya adalah Baidla’.” (HR Muslim).

Tinggalkan komentar