Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

Islam merupakan satu-satunya agama yang paling sempurna. Karena dalam Islam bukan hanya mengajarkan ibadah yang sifatnya ritual saja, namun semua aspek kehidupan manusia diatur dalam Islam, termasuk tentang mandi wajib.

Mandi wajib merupakan mandi yang diwajibkan oleh agama Islam atas orang-orang dari kalangan pria maupun wanita yang sudah baligh untuk membersihkan diri dari hadats besar. Dalam Syari’at Islam, mandi wajib ini dinamakan mandi wajib dengan mengalirkan air ke seluruh bagian tubuh.

Dalam hal ini, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang dianggap dalam keadaan berhadats besar sehingga diwajibkan dia untuk melakukan mandi wajib, salah satunya adalah haid.

Haid merupakan proses meluruhnya dinding rahim yang berguna untuk membersihkan rahim dari pembuluh darah, kelenjar dan juga sel-sel yang keluar dalam bentuk darah karena tidak adanya pembuahan. Pada umumnya, menstruasi terjadi setiap 28 hari sekali. Dan juga ada wanita yang memiliki siklus menstruasi dengan rentang waktu antara 21-25 hari, ini merupakan masih masuk ke dalam kategori normal.

Ada beberapa larangan ibadah yang tidak boleh dilakukan seorang wanita saat sedang haid, salah satunya adalah menjalankan sholat. Hal ini sesuai dengan hadits yang berbunyi :

“Dari Aisyah RA, “Bukankah bilsa di wanita haid ia tidak sholat dan pula puasa? Itulah kekurangan agama si wainta” (Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari dan Muslim). Sehingga berdasarkan hadits ini, para ulama sepakat bahwa seorang wanita yang sedang haid tidak boleh sholat baik yang fardhu maupun sunat dan juga tidak boleh berpuasa.

Lalu bagaimana tata cara mandi wajib setelah haid? Untuk itu mari kita simak ulasannya berikut ini.

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

  • Diawali dengan membaca doa niat mandi wajib. Perlu diketahui bahwa doa niat mandi ini wajib hukumnya. Karena doa niat mandi wajib ini yang membedakan mandi wajib dengan mandi biasa. Cara membaca niat ini bisa dilakukan dalam hati atau bersuara. Adapun niat mandi wajib setelah haid adalah :
  • “Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbar minal haidil fardlon lillahi ta’ala”

Artinya : “Sengaja aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar dari haid fardhu karena Allah Ta’ala”.

  • Kemudian cuci tangan sebanyak 3 kali. Hal inin dilakukan supaya tangan bersih serta terhindar dari najis.
  • Lalu bersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor dan tersembunyi denga menggunakan tangan kiri. Adapun bagian tubuh yang kotor itu diantaranya dubur, kemaluan, bawah ketiak, pusar dan lain sebagainya.
  • Ulangi mencuci kedua tangan. Sesudah membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan tersebut dicuci kembali. Caranya adalah dengan mengusap-usapkan tangan ke tanah/tembok, lalu dibilas dengan air langsung atau dicuci dengan menggunakan sabun baru dibilas.
  • Setelah itu berwhudu seperti layaknya mau melaksanakan sholat.
  • Kemudian menyela-nyela pangkal rambut dengan menggunakan jari tangan yang sudah dicelupkan ke air sebelumnya hingga menyentuh bagian kulit kepala.
  • Lalu basahi kepala dengan cara mengguyurnya sebanyak 3 kali hingga seluruh permukaan pada kulit dan rambut basah oleh air.
  • Kemudian basahi tubuh secara merata dengan mengguyurnya mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, dimulai dari tubuh bagian kanan terlebih dahulu lalu bagian kiri.

Mungkin itu saja artikel kali ini tentang seputar mandi wajib setelah haid. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan agama, khususnya tentang mandi wajib.

Pin It on Pinterest