Smartphone bisa dibeli lagi, Data-datanya itu yang engga bisa dibeli

Kata-kata itu selalu mengambarkan sebuah penyesalan ketika seseorang kehilangan smartphone beserta data penting di dalamnya. Nasi sudah jadi bubur, smartphone hilang data pun tinggal kenangan. Mau bagaimana lagi? Bisa dikatakan harga data-data didalam smartphone lebih berharga dari harga smartphone itu sendiri.

Kalo dianalogikan seperti dompet dan isinya. Dompet hilang tak jadi masalah, yang masalah surat-surat penting yang ada didalamnya, seperti KTP, SIM, STNK, dan foto mantan. Begitu pula dengan smartphone yang isinya ada dokumen, video hingga foto-foto kenangan. Jika data yang hilang kontak, mungkin masih bisa disinkronkan dengan akun sebelumnya. Nomor pun bisa diaktifkan kembali dengan mengunjungi gerai operator selulernya.

Lantas bagaimana dengan data-data yang lain, kita ambil contoh datanya adalah foto-foto pernikahan. Masa harus nikah lagi, agar punya foto pernikahan.

Sedih

Kasus lain tidak hanya dari kehilangan smartphone saja. Kasus kerusakan juga seperti bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Mungkin smartphone yang kita pakai saat ini dalam keadaan baik-baik saja. Meski begitu, kita tidak boleh terlena begitu saja. Ada waktunya dimana smartphone kita akan bermasalah, bisa karena usia atau karena kelalaian kita sendiri. Masalah ini tidak terbatas di smartphone saja, perangkat elektronik lain pun mengalaminya.

Dan mengingat pemakaian smartphone saat ini sudah seperti kebutuhan primer, tentu saja banyak data-data penting yang tersimpan didalamnya. Beberapa tahun lalu, saya mengalami kehilangan data-data penting karena smartphone rusak, data-data tersebut belum saya back-up dan tersimpan di memori internal. Alhasil penyesalan pun hadir. Mulai dari saat itu saya membiasakan diri untuk mencadangkan (back-up) data-data secara berkala. Ada banyak manfaat ketika kita mencadangkang data kita, seperti tidak perlu khawatir jika data hilang, rusak maupun terhapus.

terkejut

Dengan memback-up juga bisa bikin memori smartphone kita jadi lebih luas.

Namun, Fakta lapangan berkata lain !!!

Berikut hasil survey Western Digital : Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey yang melibatkan 1.120 responden acak dari 6 kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Makassar. Setiap responden diberikan pertanyaan sama, mulai dari penggunaan smartphone untuk apa saja hingga bagaimana mengatur penyimpanan data.

Hasilnya pun cukup membuat saya terkejut. Mari kita bahas 6 fakta menarik tentang manajemen data pada smartphone di Indonesia.

Fakta #1 : Sebagai Gawai Utama

%

Responden mengandalkan smartphone sebagai gawai utama dalam keseharian mereka.
Seperti yang sudah disinggung diawal, saat ini penggunaan smartphone sudah seperti kebutuhan pokok. Setiap orang pasti memiliki si ponsel cerdas ini. Terbukti Newzoo Global Mobile Market Report, Indonesia masuk rangking 6 besar dalam pengguna dan penetrasi smartphone. Data pada september 2019, pengguna smartphone di Indonesia mencapai kurang lebih 83 juta dengan angka penetrasi 31.1% dari jumlah penduduk Indonesia.

Fakta#2 : Fitur Smartphone yang Sering Digunakan

  • Mengambil Foto/Gambar 93% 93%
  • Menelpon 87% 87%
  • Chatting 72% 72%
  • Merekam Video 63% 63%
  • Akses Media Sosial 63% 63%
Mayoritas orang Indonesia jika ingin membeli sebuah smartphone termasuk saya, pasti yang dilihat dahulu spesifikasi kamera. Tujuannya untuk mengabadikan setiap momen dengan hasil bagus dan menghemat anggaran tanpa perlu membeli kamera digital. Baru setelah itu dilihat dari fitur asli smartphone yaitu untuk telekomunikasi, bisa melalui telepon atau pesan singkat. Disusul dengan merekam video dan akses di media sosial menjadi fitur yang sering digunakan oleh orang Indonesia.

Fakta#3 : Kapasitas Penyimpanan yang Dimiliki

%

16 GB

%

32 GB
Berdasarkan hasil survei, kebanyakan dari pengguna smartphone di Indonesia memiliki kapasitas memori 16-32 GB. Namun hal yang paling membuat kaget adalah 49 % dari reseponden mengaku hanya memiliki sisa pada memori smartphone mereka hanya 1-3 GB saja.

Fakta#4 : Jenis Data yang Paling Banyak Disimpan

  • Foto/Gambar 98% 98%
  • Video 79% 79%
  • Musik 71% 71%
  • Aplikasi 56% 56%
  • Dokumen 28% 28%

Ketika ditelurusi kembali mengapa para responden hanya memiliki sisa sedikit kapasitas penyimpanannya. Tenyata file foto/gambar mendominasi. Tahukah Anda, semakin besar resolusi dan pixel pada gambar/foto akan mempengaruhi jumlah ukuran penyimpanannya. Begitu juga video dan musik, semakin bagus gambar/suara maka semakin banyak memori yang termakan.

Fakta#5 : Masalah Kehilangan Data dan Kebiasaan Back-up Data

%

Responden pernah kehilangan data di smartphone mereka.

Artinya sudah banyak rakyat Indonesia pernah merasakan kehilangan data penting, tentunya dengan berbagai kasus.

Sisa memori sedikit

Lebih dari 80% Responden menyadari pentingnya melakukan back-up/pencadangan data.

Namun hanya 1/3 dari mereka yang konsisten melakukan pencadangan data-datanya. Artinya hanya 3 dari 10 orang Indonesia yang paham dengan pentingnya sebuah data.

Fakta#6 : Masalah Kehilangan Data

  • Menghapus Data untuk Menghemat Memori 51% 51%
  • Mendapatkan Notifikasi Memori Penuh 26% 26%
  • Malfungsi pada Smartphone 22% 22%
  • Secara Tidak Sengaja Menghapus Data Penting yang Ada 21% 21%
  • Kehilangan Data Akibat Virus 18% 18%
Dibuangsayang

Grafik diatas adalah jawaban responden yang pernah mengalami kehilangan data. Dapat dilihat faktor utama yang menyebabkan kehilangan data adalah menghapus data untuk menghemat memori agar dapat digunakan untuk data lain. Cara unik yang dilakukan beberapa orang yang pernah saya liat di media sosial adalah mengunggah beberapa foto yang akan dihapus dengan hashtag #DibuangSayang lalu menghapusnya di memori smartphone mereka.

Dari kata #DibuangSayang saja, menandakan bahwa mereka sebenarnya tidak mau membuang data tersebut. Tapi mau tidak mau, mereka harus lakukan itu guna menambah sisa memori.

Alasan kedua adalah pemberitahuan memori penuh, saya biasanya mendapatkan ini saat menginstal aplikasi baru. Perlu kita ketahui bersama, aplikasi yang kita gunakan tidak selamanya hanya sebesar pemakaian memori diawal, sepanjang kita memakai aplikasi tersebut akan terus mengambil sisa memori smartphone yang ada. Sehingga kita tidak sadar memori kita penuh. Akhirnya mau tidak mau kita harus menghapus data penting untuk meluangkan memori smartphone.

Memori penuh
malfungsi

Alasan yang ketiga, malfungsi pada smartphone itu sendiri. Malfungsi disini adalah kerusakan pada smartphone. Ada banyak faktor yang bisa memicu kerusakan tersebut seperti waktu pemakaian yang tidak wajar atau dari aktivitas penggunanya. Dengan kata lain jika smartphone mengalami kerusakan artinya kita tidak bisa mengakses data-data penting di dalamnya.

Selanjutnya data hilang karena tidak sengaja, siapa sih yang ingin data pentingnya hilang? Pasti tidak ada yang menginginkan hal itu. Namun bagaimana jika itu terjadi dan kita tidak punya cadangannya, tentu ini sebuah kerugian. Beberapa kasus memang bisa dikembalikan dengan aplikasi recovery. Akan tetapi itu bukan solusi terbaiknya.
Tidaksengaja hapus
kena virus
Terakhir data hilang dikarenakan virus. Beberapa perangkat smartphone didukung oleh keamanan dari virus. Meskipun begitu, kita tidak boleh lengah. Ancaman virus akan selalu ada, sejalan dengan banyaknya celah pada aplikasi. Jika data tidak mau hilang oleh virus maka amankan dari sekarang.

Apa yang harus dilakukan untuk menjaga data penting kita?

analisa masalah

Seperti yang sudah kita lihat bersama hasil survei yang dilakukan oleh Western Digital yang berjudul Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey. Kita dapat tarik kesimpulan tentang kebiasaan pengguna smartphone di Indonesia pada data-datanya. Lebih dari 80% menyadari bahwa pencadangan (back-up) memang penting untuk mencegah kerugian saat kehilangan sebuah data.

Namun kenyataan di lapangan, masih sedikit yang melakukan back-up secara konsisten, baik itu sebulan sekali atau 3 bulan sekali. Yuk, sama-sama kita biasakan untuk melakukan pencadangan data secara teratur. Saat kebiasaan baik ini kita lakukan, efeknya juga akan kembali kepada diri kita sendiri. Tidak perlu lagi menghapus data penting, tidak perlu lagi menyesal karena smartphone rusak bahkan tidak adalagi hashtag #DibuangSayang.

Bagaimana backup yang baik

Bagaimana Cara Back-up yang Baik dan Benar?

Saya ingin sedikit berbagi cara bagaimana melakukan pencadangan yang baik dan benar. Cara ini saya dapatkan sewaktu dibangku perkuliahan dan saya terapkan hingga saat ini. Tentunya cara ini bisa dipraktekkan dengan mudah oleh siapa saja bagi yang tidak mau kehilangan data untuk kesekian kalinya.

1. Mengatur File

Langkah pertama adalah mengatur file-file yang akan dicadangkan. Mulailah dengan mengelompokan data/file yang sejenis. Misal foto disatukan dengan foto, video satukan dengan video dan lain sebagainya. Setelah itu, buatlah pengkategorian file, bisa berdasarkan peristiwa, tahun, tanggal dan hal lain yang mudah diingat. Pastikan kategori bersifat deskriptif dan unik.

pengaturan file

Gambar diatas adalah contoh pengelompokan data yang sering saya terapkan, bagaimana mengkategorikan data/file agar lebih rapi dan mudah dicari dikemudian hari.

frekuensi

2. Aturlah Frekuensi Back-up

Langkah selanjutnya adalah menentukan frekuensi back-up. Dititik ini, kita difokuskan untuk berkomitmen dalam menentukan frekuensi tersebut. Kita bisa lakukanya setiap satu bulan sekali, tiga bulan sekali atau setiap setelah aktifitas/event, langsung di back-up pun tak jadi masalah.

Yang bermasalah adalah ketika kita tidak bisa berkomitmen akan frekuensi tersebut. Pada langkah ini memang sangat perlu komitmen tinggi, karena berhasil atau tidaknya kebiasaan back-up ini tergantung pada komitmen kita sendiri.

3. Menentukan Perangkat Back-Up

Langkah terakhir adalah menentukan perangkat untuk penempatan data yang dicadangkan. Ciri perangkat yang baik untuk back-up data kita adalah aman dalam penyimpanannya dan mudah ketika menggunakannya. Ada 3 sarana yang dapat kita gunakan sebagai perangkat back-up data.

Layanan Cloud Storage

Setiap hari teknologi terus berinovasi, salah satunya adalah layanan cloud storage. Pada layanan penyimpanan ini kita bisa mencadangkan data/file penting kita melalui jaringan internet. Konsep dari cloud storage sama seperti kita menyimpan dalam server atau penyimpanan data lain, bedanya hanya kita bisa mengakses data kita dimana saja dan kapan saja selama terhubung dengan internet.

Ada banyak sekali penyedia layanan cloud storage ini, seperti Google Drive, Box, Dropbox hingga My Cloud.

Cloud

My Cloud adalah layanan penyimpanan berbasis cloud dari Western Digital Corporation. Western Digital adalah perusahaan yang bergerak di Industri Teknologi Informasi dengan fokus pada pengembangan, manufaktur dan penyedia media penyimpanan data. Dengan mencadangkan file atau data di smartphone kita, maka kita bisa mendapatkan beberapa ruang memori.

micro USB

MicroSD

Perangkat back-up yang kedua adalah MicroSD. Dengan menggunakan microSD, kita juga bisa mencadangkan sekaligus menambahkan memori di smartphone. Sehingga memori internal tidak cepat penuh. Cara memback-up dengan microSD juga cukup mudah, kita hanya perlu memindahkan file dari memori internal ke microSD.

Beberapa kasus, proses perpindahan file terkesan lama. Hal ini dikarenakan micro SD memiliki Speed Class. Sedikit saya sampaikan mengenai fungsi speed class adalah menunjukan seberapa banyak data yang bisa diolah oleh microSD dengan satuan MB/s (megabytes/second). Contoh class 2, MicroSD ini dapat mengolah data 2 MB/s, class 4 dapat mengolah data hingga 4 MB/s dan seterusnya. Ada lagi UHS (Ultra High Speed) Class yang memiliki kecepatan tinggi dalam mengolah data.

Saya sendiri menggunakan SanDisk Ultra MicroSD UHS-I Card 32GB pada smartphone. Mengapa menggunakan SanDisk Ultra? Kapasitas real, kemampuan baca hingga 98 MB/s, dan harganya sesuai kondisi keuangan pada saat itu :-).

Ultra Dual Drive m3.0

Masih khawatir dengan penjabaran perangkat back-up sebelumnya? Jika pakai cloud storage, harus koneksi internet untuk melihat datanya. Jika pakai microSD, smartphone hilang otomatis ikut hilang.

Mungkin perangkat satu ini sangat cocok untuk dijadikan perangkat pencadangan data smartphone yaitu Ultra Dual Drive m3.0 dari SanDisk. Perangkat ini bisa dibilang multifungsi, bisa untuk menyimpan data. Aktivitas mentransfer file dengan cepat dengan dukungan USB 3.0, untuk mentransfer film yang bergiga-giga hanya dalam hitungan detik.

OTG Sandisk

Ultra Dual Drive m3.0 juga bisa menjadi jembatan pengiriman data, dari smartphone ke smartphone, smartphone ke tablet, smartphone ke komputer dan begitu pula sebaliknya. Dan fungsi yang sering saya gunakan adalah fungsi sebagai back-up data. Dengan dukungan dengan aplikasi SanDisk Memory Zone urusan dunia percadangan jadi lebih mudah. Kita bisa melihat, mengakses, mencadangkan file di memori internal, microSD dan Cloud dalam satu aplikasi.

9 Alasan mengapa saya memilih Ultra Dual Drive m3.0

Ultra Dual Drive m3.0
R

Kompatibel dengan smartphone Android yang memiliki dukungan OTG

R

Memiliki konektor ganda Micro-USB dan USB 3.0

R

Mampu menjadi jembatan antar perangkat

R

Kecepatan membaca hingga 150 MB/s

R

Desain minimalis, fungsi maksimal

R

Real Capacity #NoTipuTipu

R

Garansi Resmi 5 Tahun dari #SanDiskAPAC

R

Harga terjangkau

R

Ada aplikasi SanDisk Memory Zone, Manajemen File jadi lebih mudah

Tertarik untuk memiliki Ultra Dual Drive m3.0? #SanDiskAPAC beri 3 varian, pilih sesuai jenis smartphonenya yah!!!

Ultra Dual Drive m3.0
Ultra Dual Driver USB Type-C
iXpand Mini Flash Drive

Spesifikasi 3 Produk Dual Flash USB

Ultra Dual Drive m3.0

Spesifikasi Ultra Dual Drive m3.0

Varian128 GB64 GB32 GB16 GB
Kecepatan Bacahingga 150 MB/shingga 150 MB/shingga 150 MB/shingga 130 MB/s
Antarmukamicro-USB and USB 3.0 connectors
Suhu operasional32° - 95° F (0° – 35° C)
Suhu penyimpanan14° - 158° F (-10° – 70° C)
Dimensi30,20 x 25,47 x 11,76 mm ; 1,2 x 1,0 x 0,5 in
Berat5,2 g ; 0,01 lb
Garansi5 Tahun

Spesifikasi Ultra Dual Driver USB Type-C

Varian256 GB128 GB64 GB32 GB16 GB
Kecepatan Bacaup to 150 MB/sup to 150 MB/sup to 150 MB/sup to 150 MB/sup to 130 MB/s
AntarmukaKonektor USB Tipe-C dan USB Tipe-A; USB 3.1 (Gen 1)
Suhu operasional32° - 113° F (0° – 45° C)
Suhu penyimpanan14° - 158° F (-10° – 70° C)
Dimensi9,4 x 38,10 x 20,07 mm ; 0,37 x 1,50 x 0,79 in
Berat9,1 g ; 0,02 lb
Garansi5 Tahun
Dual Drive Type C
iXpand Mini Flash Drive

Spesifikasi iXpand Mini Flash Drive

Varian64 GB
AntarmukaLightning™ Connector and USB 3.0
Dimensi12,1 x 4,6 x 53,0mm
Berat4,5g
Suhu operasional0-35°C fungsional
Garansi2 Tahun

Produk-produk USB OTG SanDisk dapat di beli pada Official Store SanDisk .

Ada promo menarik loh!!, saya beli dapat promo gratis ongkir.”

Potongan Harga

Melalui hasil survei Western Digital, kita belajar banyak tentang pentingnya melakukan back-up pada smartphone. Kehilangan memang menyakitkan, apa lagi hilang pas lagi sayang-sayangnya. Semoga setelah ini tidak ada lagi yang jiwa-jiwa yang menghapus data penting untuk memberi nafas memori. Tidak ada lagi jiwa yang menangisi data yang terhapus secara tidak sengaja, Serta tidak ada lagi data yang hilang saat smartphone rusak atau hilang.

Jika sudah tahu bahwa data itu penting maka jangan sampai hilang. Mulai sekarang biasakan untuk back-up data smartphone dan teruslah berkomitmen agar tidak ada penyesalan kemudian.

“It takes a deep commitment to change and an even deeper commitment to grow.”. – Ralph Ellison

Referensi :

  • Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey : https://drive.google.com/file/d/1-dv5VVTIIhWj7-9qjAKisNDgLwb8PQ9M/view [diakses 20 September 2019]
  • Newzoo Global Mobile Market Report : https://newzoo.com/insights/rankings/top-countries-by-smartphone-penetration-and-users/ [diakses 23 Sepetember 2019]

ARTIKEL TERBARU

Tips Ajaib Berinvestasi Ala Milenial Zaman Now

Tips Ajaib Berinvestasi Ala Milenial Zaman Now

Entah siapa yang memulai jargon "Merdeka Finansial di Usia Muda", Membuat banyak Milenial sedikit mengerti bagaimana harus mengatur finansialnya. Salah satunya dengan...

11 Masalah Yang Sering Dialami Iphone

11 Masalah Yang Sering Dialami Iphone

11 Masalah Yang Sering Dialami Iphone Masalah yang sering dialami iPhone - Smartphone atau ponsel cerdas memang telah menjadi bagian tersendiri bagi masyarakat saat ini....

24 Comments

  1. Wah kudu punya nih. Secara blogger itu pasti harus motret dan berulang-ulang sampai hasilnya bagus. Gak kerasa udah gak muat aja gara-gara memorinya cuma sedikit. Dan itu sering banget saya alami.

    Reply
    • nah, kalo butuh memori tambahan bisa pake Sandisk mas 🙂

      Reply
  2. makasih sharingnya

    Reply
    • sama sama senang bisa membantu 🙂

      Reply
  3. Keren situsnya kak,, powefull bangt,, ehh bicara soal backup data di hp saya masih mengandalkan flashdish otg loh, sama google drive yg bisa diakses dimana saja, kapan saya semau gw. Hee

    Reply
    • wah keren nih pake OTG nya SanDisk donk pastinya 😀

      Reply
  4. Aku juga pernah ngalamin data photo dan video tiba-tiba hilang.
    Eh ink ada produk baru gak.pake OTG lagi yah. Mantap neh uat yg suka jalan-jalan kayak aku buat save data.

    Reply
    • Nah biar tidak hilang lagi,, OTG SanDisk wajib dibawa kemana mana biar Data penting aman selalu.

      Reply
  5. Sandisk emang paling inovatif dalam hal optimasi media penyimpanan, makin memudahkan user.

    Reply
    • Dari Hardisk, SSD, Memory Card sampe OTG SanDisk semua 😀

      Reply
  6. Backup data memang PENTING.

    Dulu pas buat skripsi, data lupa di-backup, dan laptop dicuri (Rumah kemalingan). PEDIH rasanya :v

    Mau nggak mau ya ngulang nulis lagi.

    Sejak saat itu Saya selalu berusaha untuk ngebackup data. Termasuk data smartphone.

    INTINYA nggak mau mengulang kesalahan yang sama 🙂

    Reply
    • Betul sekali, kesalahan di masa lalu jadikan pelajaran berharga untuk masa depan agar tidak terulang lagi 🙂

      Reply
  7. Membaca artikel super lengkap dengan design yg ciamik bikin gue inget belasan giga data raib lupa di backup karena full badsector lepi kesayangan sejak stm 🙁

    Sekarang, mudah-mudahan dengan memanfaatkan USB OTG SanDisk sebagai media backup data bisa menjadi lebih teratur dan tetap aman. Ya, semoga saja..

    Abisnya galau sih, banyak bgt data super penting yang pentingnya mengalahkan kepentingan pacar.

    Reply
    • wah pasti down banget tuh,,, semoga OTG SanDisk bisa jadi solusi terbaik khususnya buat Smartphone mu hihihi

      Reply
  8. Awal awal pasti repot mau backup data, cuma memang harus dibiasakan biar nggak nyesel ternyata udah ada yang hilang dah nggak bisa balik

    Reply
    • betul sekali Jeng Fenny 🙂

      Reply
  9. Kalimat pembukanya jleb banget kak, sekaligus reminder. Dan betul banget, sekarang bisa baik baik Aja, besok entah gimana. Baiknya emang mencegah yaa dengan backup

    Reply
    • Aman sekarang mah dah, udah ada UsB OTG Sandisk.

      Tapi gue belum beli nih, pengen nyari akh ntar. Memori hape udh mulai sempit..

      Reply
  10. Lumayan masih minim juga ya kesadaran dari orang Indonesia. membiasakan back up data adalah hal penting biar gak kerasa ngetiknya lagi. apalagi kalau lagi ngerjain skripsi. haha

    Reply
  11. Aku sering banget nih mas tiba-tiba memori penuh. Perlu banget sih emang backup data ini menurutku. Memori dan kenangan yang kita punya jadinya aman dan tidak risau lagi dengan menambah memori baru karena sudah dibackup, hehe

    Reply
  12. Sama, memori smartphoneku juga 32GB, hehe rata2 yess. Suka kesel emang sih kalo kehilangan data karena gak sengaja kehapus, mood jadi garang. Untungnya sekarang ada usb otg sandisk. Urusan backup data jd lebih mudah.

    Reply
  13. Ulasannya super lengkap dan menarik. Tampilannya berasa kayak baca buku. Keren..

    Soal kehilangan data saya juga pernah alamin beberapa kali. Yang terakhir itu saat saya mau pindahkan foto-foto dari memori internal –karna sudah penuh– ke memori eksternal. Saya cut. Loading lamaaa banget. Gak sabaran saya pencet cancel. Dan voila.. semua foto-foto saya pun hilang. Sebelum berhasil pindah. #sedih

    Ternyata memori eksternal yang saya pakai waktu itu memang rada-rada error. Lalu akhirnya beli memori sandisk ultraHS 64 GB. Alhamdulillah masih bagus. Belum ada masalah.

    Reply
  14. Backup data selalu menjadi pilihan kalo emang bener2 penuh memori hp
    simpan dulu ke OTG sandisk ini bener2 solusi terbaek ehehe

    Reply
  15. Foto jadi juara bikin memori penuh apalagi buat yg memori internal/eksternalnya terbatas. Kayak punya aku. makanya pilih USB OTG SanDisk buat mencadangkan data smartphone aku,
    Cakep mas tulisan dan ilustrasinya, Good Luck yah

    Reply

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PROMO MENARIK

ads masirwin
ads masirwin
ads masirwin

Ingin Kerjasama Dengan Masirwin Note?

Masirwin Note menerima Job Review, Guest Post dan masih banyak lagi.

 2,182 total views,  4 views today

Pin It on Pinterest

Share This