Belajar dari Gempa Turki, Antisipasi Agar Rumah Aman dari Kerugian

Photo of author
Written By Irwin Andriyanto

Seorang yang mengaku blogger padahal isi blognya placement semua.

Gempa Turki yang terjadi pada bulan Februari 2023 lalu ini telah mengguncang kawasan Turki dan Barat Laut Suriah dengan kekuatan 7.8 skala richter. Bencana ini mengakibatkan puluhan ribu orang meninggal dunia dan mengalami luka-luka. Lantas, langkah antisipasi seperti apa yang dapat dipelajari dari bencana ini?

Belajar Mitigasi Bencana dari Gempa Turki

Belajar dari Gempa Turki, Antisipasi Agar Rumah Aman dari Kerugian

Pakar gempa sekaligus Guru Besar Teknik Sipil Universitas Islam Indonesia, Prof. Ir. H. Sarwidi, MSCE., Ph.D., IP-U., A-Utama memiliki penilaian tersendiri atas peristiwa gempa ini. Menurut Prof. Sarwidi, ada banyak sekali pelajaran yang bisa Indonesia ambil untuk mitigasi bencana gempa kedepannya. Berikut rangkumannya:

1. Penggunaan PRB pada Wilayah Indonesia yang Rawan Gempa

Lebih dari ⅔ wilayah Indonesia adalah area rawan gempa dan ada banyak sekali penduduk di wilayah tersebut. Jadi, mayoritas masyarakat Indonesia ini berada dalam ancaman bencana gempa bumi yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana ini mengatakan bahwa, antisipasi bencana gempa untuk Indonesia menggunakan pendekatan pengurangan risiko bencana atau PRB.

PRB gempa ini terdiri dari tiga unsur penting. Berikut ini adalah rincian unsur gempa yang perlu Anda ketahui.

  • Pertama, ancaman gempa yang sudah terjadi harus terus dicari tahu dan diteliti. Tujuannya adalah agar bisa mendapatkan peta rawan gempa yang selalu terkini sebagai referensi dalam melaksanakan pembangunan ke depannya.
  • Kedua, skala rentan atau tidaknya bangunan ini harus terus berkurang. Caranya adalah dengan menerapkan konsep bangunan atau infrastruktur tahan gempa. Penataan permukiman juga harus mempertimbangkan lokasinya, apakah berpotensi likuifaksi berat, longsor berat, atau tsunami.
  • Ketiga, upaya pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi bencana gempa harus terus meningkat. Salah satu caranya adalah dengan adanya sosialisasi gempa, sosialisasi mengenai bencana, serta praktik simulasi darurat gempa.

Tidak hanya itu, konflik juga harus dihindari. Sebab, adanya konflik ini malah akan melemahkan sistem penanggulangan bencana. Jika hal ini terjadi, maka konsekuensinya adalah skala dampak bencana akan semakin membesar.

2. Menggunakan Konstruksi Bangunan Tahan Guncangan

Badan Geologi juga menyatakan bahwa, banyak daerah Indonesia tergolong dalam area rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Jadi, kegiatan mitigasi struktural dan non struktural harus ditingkatkan. Khususnya untuk mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami pada masa mendatang.

Melalui adanya mitigasi bencana ini, maka bisa jadi tidak akan berpotensi mengakibatkan collateral hazard. Seperti adanya retakan tanah, gerakan tanah, serta likuefaksi.

Menurut Dwikorita Karnawati selaku Kepala BMKG, hal yang menjadi penyebab umum keruntuhan bangunan akibat gempa bumi, seperti gempa Turki adalah desain bangunannya yang tidak konsisten.

Selain itu, penggunaan material dengan kualitas yang kurang baik, perawatan yang tidak memadai, dan permintaan seismik yang terlalu tinggi membuat persentase keruntuhan bangunan lebih besar.

Pembaruan berkala mengenai peta bahaya seismik ini akan memberikan dasar teknis akan ketentuan desain seismik dalam kode bangunan.

3. Rencana Evakuasi Mandiri

Akibat bencana di Turki, ada banyak sekali hal yang perlu dipelajari. Salah satunya adalah harus memiliki rencana evakuasi mandiri apabila terjadi gempa. Caranya adalah dengan mengenali tempat-tempat berlindung maupun jalur evakuasi untuk menuju ke tempat yang lebih aman.

Melakukan pemetaan sesar-sesar aktif yang menjadi pemicu terjadinya gempa bumi juga perlu. Tujuannya adalah untuk menginventarisasi daerah yang berpotensi terjadi gempa.

Anda Sudah Belajar dari Gempa Turki?

Itulah hal-hal penting yang bisa Indonesia pelajari dari gempa Turki. Bagi Anda yang saat ini berada pada kawasan rawan gempa dan takut akan mengalami kerugian akibat kerusakan bangunan. Maka bisa menggunakan asuransi gempa bumi dari Simas.

Anda bisa memilih Homi Insurtech yang akan memberikan perlindungan dari resiko buruk yang mungkin terjadi pada tempat tinggal Anda. Melalui perlindungan dari asuransi Simas, maka Anda dapat memperkecil risiko kerugian yang bisa saja terjadi karena bencana alam.

Tinggalkan komentar

Irwin Andriyanto is an Intellifluence Trusted Blogger
Seedbacklink

Mau kerjasama dengan Masirwin Note's

Caranya mudah, Cukup kirim email ke email dibawah ini.

Irwin@tangerangdigital.id