Diagnosis Lebih Awal Infertilitas untuk Harapan Memiliki Keturunan

Diagnosis Lebih Awal Infertilitas untuk Harapan Memiliki Keturunan – Setiap pasangan yang telah menikah, belum lengkap rasanya tanpa kehadiran sang buah hati. Selain sebagai titipan dari yang Kuasa, anak merupakan amanah yang harus dijaga oleh orangtua. Supaya, kelak bisa menjadi pribadi yang bermanfaat dan berguna bagi nusa bangsa.

Diagnosis Lebih Awal Infertilitas

Pada kenyataannya, tidak dipungkiri jika banyak pasangan di luar sana yang mengalami kesulitan mendapatkan keturunan dari meski telah bertahun-tahun menikah. Persepsi masyarakat cenderung menganggap wanita adalah satu-satunya penyebab dari infertilitas atau belum dikaruniainya sang buah hati. Padahal, bukan hanya wanita, pria juga patut dicurigai terkait kasus ini.

Diagnosis merupakan langkah pertama yang harus ditangani untuk mengetahui kasus infertilitas ini. Sebab, ada berbagai faktor penyebabnya dan harus diidentifikasi secara teliti untuk mengetahui penyebab utama dari sulitnya memperoleh kehamilan.

Berdasarkan analisis ahli kehamilan, 1 dari 8 pasangan mengalami kesulitan untuk hamil. Baik pria maupun wanita memiliki kemungkinan sama untuk mendapatkan diagnosis kasus ini.

Penyebab infertilitas perempuan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, 27% oleh gangguan ovulasi, 16% oleh endometriosis, 13% oleh perlengketan panggul, 12% oleh sumbatan tuba, 12% oleh gangguan tuba lainnya, 11% tidak diketahui, dan 10% oleh penyebab lainnya.

Sementara itu, penyebab infertilitas pada pria 31% tidak diketahui, 30% varikokel, 20% infeksi, 7% obstruksi sperma, 7% faktor genetik, dan 5% oleh penyebab lainnya.

Nah, apabila berdasarkan diagnosis menunjukkan adanya infertilitas pada pria, perlu dilakukan tahap pengobatan infertilitas pria oleh ahlinya yaitu Bocah Indonesia. Ada tiga tahap pengobatan infertilitas pria yang dilakukan oleh Bocah Indonesia.

Tahap pertama, pengujian air mani sebagai pemeriksaan fisik dan analisis sampel sperma. Kedua, tahap pemeriksaan hormon untuk mengetahui kadar hormon dalam tubuh sudah dalam keadaan seimbang atau belum. Ketiga adalah tahap pemeriksaan fisik. Beberapa tes lain yang dilakukan dalam pemeriksaan fisik ini adalah pemindaian (scanning), biopsi, dan tes genetik.

Itulah tiga tahap serangkaian pengobatan pada pria. Selengkapnya, sila hubungi dan buat perjanjian secara pribadi dengan Bocah Indonesia ya!

Tinggalkan komentar